Program

Sasaran Program

Orang kampung berdaya mengelola dan menguasai sumber-sumber alam secara berkelanjutan, mandiri untuk menjamin kualitas hidup yang Lebih Baik.

Tujuan Program

  1. Kebijakan Pengelolaan Pesisir dan Laut yang Memihak Rakyat.
  2. Pola-pola Komunikasi di Tingkat Kelompok Basis Terutama dalam Penguasaan Sumbersumber Pesisir dan Laut.
  3. Pangkalan Data dan Informasi Pesisir dan Laut Sulawesi Utara.
  4. Terbentuknya media-media komunitas.
  5. Terbangunnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan sumber makanan yang alami dan sehat.

 

Program

  1. Advokasi Kebijakan Pengelolaan Pesisir-Laut

Tujuan kegiatan advokasi kebijakan pengelolaan pesisir dan laut adalah menggalang dukungan berbagai pihak, baik yang terlibat/terkait langsung maupun tidak langsung dengan aturan pengelolaan sumber-sumber alam wilayah pesisir dan laut daerah. Dalam konteks advokasi dilakukan berbagai pendekatan strategis didalam komunitas masyarakat dan pemerintah yang terencana guna meminimalkan kemungkinan gerakan yang cenderung mengarah pada hal-hal anarkis.

  1. Penguatan Kapasitas Organisasi Lokal

Penguatan kapasitas organisasi lokal/basis adalah upaya pemberdayaan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dasar (pengetahuan, keterampilan dan sikap) anggota organisasi/institusi nelayan, NGO dan institusi formal di daerah. Penguatan ini dilakukan untuk mendorong, mendukung dan mempercepat terwujudnya pencapaian proses demokratisasi bagi civil society dan good governance di daerah. Penguatan kapasitas warga selain kemampuan dasar juga pengembangan usaha alternatif untuk peningkatan ekonomi.

  1. Pangkalan Data dan Informasi

Pangkalan yang dimaksud adalah pangkalan informasi (clearing house) kebijakan pengelolaan pesisir, informasi produksi dan pasar nelayan, Sulawesi bagian Utara Pangkalan ini akan membangun baik jaringan komunikasi dan informasi, maupun jaringan kerjasama dalam pelaksanaan program atau kegiatan organisasi. Salah satu bagian dari program ini adalah pengembangan Radio Komunitas sebagai alat pendidikan lingkungan, pertukaran informasi antar kampung di tiga lokasi. Radio Swara Tiwoho di Desa Tiwoho, Radio Saronde Kwandang di Gorontalo utara.

  1. Penggalangan Dana/Fund Raising

Penggalangan dana (Penggalian, penghimpunan, pengumpulan) adalah suatu proses managemen. Yang tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran serta menambah pengetahuan dan kemampuan organisasi nirlaba/NGO dalam mencari sumber-sumber dana alternatif untuk keberlangsungan program, sehingga tidak lagi bergantung pada satu donor. Tujuan Fundraising di KELOLA adalah untuk menunjang peningkatan layanan di kampung berdasarkan mandat dari rakyat. Kegiatan Fundraising yang sedang berjalan di KELOLA, antara lain : penjualan barang; misalnya T-shirt, jasa graphic design, even organizer dan jasa konsultan.

  1. Pendidikan Lingkungan Hidup

Pendidikan Lingkungan Hidup adalah untuk penyadartahuan masyarakat terhadap kondisi lingkungan sejak usia dini, sehingga kelestarian lingkungan di masa mendatang lebih terjaga. Pembelajaran sejak dini saat ini sangat penting mengingat pendidikan orang dewasa kurang berjalan sebagaimana yang diharapkan. Program Pendidikan Lingkungan yang dikembangkan adalah Pengembangan Kurikulum Lingkungan Pantai dan Pesisir Selain dilakukan Di Pusat Belajar Daseng LOLARO, juga di sekolah-sekolah.

  1. Pengembangan Pertanian Organik

Semakin menjamurnya penggunaan pestisida dan insektisida yang membahayakan kondisi kesehatan, perlu alternatif sumber makanan yang lebih alami aman bagi kesehatan. Pertanian organik adalah Solusi yang terbaik. Pengembangan Pertanian Organik mulai dilaksanakan di Pusat Belajar Masyarakat Daseng LOLARO di Desa Tiwoho. Program Pertanian Organik yang dilaksanakan adalah pengembangan Demplot Lahan dan Tanaman Organik.

  1. Studi dan Kajian

Studi dan kajian sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Apalagi saat ini arah pembangunan yang mengarah ke laut. Akibatnya akan semakin masyarakat pesisir yang menjadi korban pembangunan yang selama ini justru mengurangi akses masyarakat pesisir terhadap sumberdaya alamnya. Studi Potensi dan Rehabilitasi sumberdaya Alam, sosial Ekonomi serta Kajian Kebijakan di bidang pesisir yang tidak berpihak kepada masyarakat menjadi penting untuk mengurangi tekanan terhadap sumberdaya lama dan masyarakat pesisir

  1. Pembelaan Hukum Terhadap Warga Dampingan

Penguasaan sumberdaya alam oleh warga semakin kecil karena diambil alih oleh penguasan dan investor baik secara legal maupun ilegal. Hal ini banyak terjadi di Indonesia apalagi di Sulawesi Utara. Banyaknya kasus perampasan sumberdaya alam menyebabkan banyak warga yang harus berhadapan dengan hukum. Banyak kasus perampasan yang masuk ke ke pengadilan, sebanyak itu pula kekalahan di alami oleh warga meskipun mereka berada di pihak yang benar. Hal ini karena ketidak-tahuan dan kemampaun warga menghadapinya. Untuk itu dibutuhkan kajian dan pendampingan hukum bagi warga yang tertindas.

  1. Pengurangan Risiko Bencana

Wilayah sulawesi Utara merupakan wilayah rentan terhadap ancaman bencana. Hal ini dibuktikan dengan data EMDAT, terutama 75 tahun terkahir kejadian bencana sangat sering terjadi. Hal ini didukung hasil analisis risiko bencana, yang menunjukkan 10 ancaman bencana. Hal ini tidak diimbangi dengan kemampuan masyarakat dan pemerintah dalam upaya mengurangi resiko yang bisa dilakukan respon tanggap darurat. Sehingga sangat dibutuhkan upaya-upaya penguatan kapasitas masyarakat dan pemerintah dalam mengurangi risiko bencana.

 

Pendirian LEMBAGA:

Yayasan KELOLA didirikan pada tanggal 10 Januari 1995, kemudian dibubarkan dan dibentuk menjadi perkumpulan KELOLA pada Tanggal berdiri 27 Januari 2004.

Wilayah Layanan

Wilayah layanan KELOLA adalah Sulawesi Utara dan Gorontalo